Jumat, 06 September 2013

PRAKTIK DEMOKRASI DALAM PEMILIHAN PENGURUS OSIS

Sikap demokratis di kalangan siswa dapat ditumbuhkembangkan di lingkungan kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, masyarakat, maupun keluarga. Sikap demokratis yang tertanam sejak dini akan memberikan pengaruh yang baik kepada seseorang dalam kehidupannya pada masa yang akan datang saat yang bersangkutan telah memiliki hak-hak politik yang penuh sebagai warga masyarakat dan warga bangsa. 

Kondisi dan suasana demokratis perlu diciptakan dan dikembangkan oleh lingkungan agar warga muda bangsa memiliki persepsi yang baik terhadap pelaksanaan kehidupan berdemokrasi. Menyadari hal tersebut maka, SMP Labschool Cibubur melaksanakan pendidikan berdemokrasi melalui pemilihan pengurus OSIS dan MPK.

Dalam hubungannya dengan suksesi kepemimpinan siswa maupun pembelajaran demokrasi di sekolah, Labschool telah menerapkan prinsip-prinsip demokratis dalam pelaksanaannya. OSIS sebagai organisasi siswa intra sekolah merupakan suatu wadah dalam menyalurkan dan mengembangkan bakat, potensi kepemimpinan dan keorganisasian serta kerja sama siswa, berjalan sangat dinamis dan aktif. Betapa tidak, dari mulai rekrutmen sampai dengan pemilihan ketua serta pelantikannya memerlukan waktu yang cukup lama dan melalui cara yang sangat menarik.



Untuk menjadi pengurus OSIS setiap siswa harus memiliki sertifikat Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ( DKS), Sertifikat MOS, dan sertifikat SAKTI (Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Teladan Indonnesia). Sertifikat itu telah dimiliki oleh siswa setelah mereka mengikuti kegiatan di kelas I. Persyaratan utama menjadi pengurus adalah: Siswa kelas II dan harus berbadan sehat yang dinyatakan oleh dokter serta nilai akademis selama kelas I rata-ratanya lebih besar atau sama dengan 8,0 ( delapan komanol). Setelah syarat tersebut terpenuhi maka calon pengurus OSIS harus mampu bersaing secara sehat dengan teman-temannya. Sebab dari struktur kabinet OSIS yang ada hanya menyediakan 40-an kursi. Sementara pendaftar untuk menjadi pengurus OSIS dan MPK melebihi dari seratus tigapuluhan siswa. Oleh karena itu diadakan seleksi yang anggotanya adalah guru dibantu dengan pengurus OSIS.



Adapun materi seleksi meliputi, kedisiplinan kehadiran, pengetahuan baris berbaris. Nilai rapot, tes fisik serta ketepatan melaksanakan tugas dan tidak kalah pentingnya adalah masalah sikap siswa merupakan faktor penentu untuk lolos seleksi. Setelah dinyatakan lulus maka dari calon yang lolos dapat mengajukan diri menjadi calon Ketua Umum OSIS/ MPK, biasanya sekitar 4 sampai 8 orang. Dari jumlah tersebut maka sebelum dipilih langsung oleh siswa akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Siswa yang lolos dalam uji tersebut selanjutnya dapat membuat tim sukses untuk melakukan kampanye kepada seluruh siswa baik kampanya lisan maupun tulisan dalam upaya mendapat dukungan sebanyak-banyaknya dari siswa..



Kampanye dilakukan secara tulisan maupun lisan, secara tulisan masing-masing calon membuat profil/biodata pribadi yang ditempelkan di papan pengumuman sekolah. Di samping itu para tim sukses dan promotor juga  membuat tulisan maupun pamflet yang ditempel di sudut-sudut sekolah atau membuat simbol nomor dengan jari tangannya. Kampanye tulis dilakukan dengan cara–cara yang baik dan tidak membuat kata-kata yang menjatuhkan satu calon terhadap calon lainnya.


Gambar: Calon Ketua OSIS/MPK dan promotor dengan pakain daerah berkampanye di depan seluruh siswa                                                   
Gambar : Pa Arief berpesan dalam penghitungan suara, agar pemenang dapat menjalankan amanah


Kampanye lisan dilakukan calon ketua umum yang masing-masing didampingi oleh promotornya untuk menyampaikan visi dan misinya di depan seluruh siswa dari kelas VII sampai IX yang berjumlah sekitar 600an siswa. Calon ketua harus mampu menyampaikan program-program secara langsung dan harus siap menjawab pertanyaan yang diajukan siswa. Masing-masing calon ketua umum diberikan waktu kampanye selama 20 menit.



Setelah masa tenang satu hari maka siswa diberikan kesempatan memilih calon ketua umum OSIS dan MPK secara  langsung, umum, bebas dan rahasia. Pemilos (Pemllihan OSIS) dilakukan selama satu hari, petugas pemungutan susara mendatangi kelas perkelas secara bergiliran lima  orang siswa dipanggil keluar untuk memilih. Setelah selesai pemungutan suara di kelas maka ada berita acara yang harus diisi oleh perwakilan kelas, guru dan panitia pemungut suara (PPS).         



Apabila semua kelas telah selesai, maka kotak suara di segel dan dibuka kembali saat penghitungan suara. Pelaksanaan penghitungan suara dilakukan dihadapan seluruh siswa dan peraih suara terbanyak langsung ditetapkan sebagai ketua umum, dan  yang tidak menang otomatis akan mendampingi ketua terpilih sebagai pengurus harian.



Setelah terbentuk maka ketua terpilih diberikan  kesempatan menyusun kabinet OSIS serta nama OSIS mereka. Karena budaya di Labschool setiap OSIS memiliki nama angkatan sendiri-sendiri, misalnya OSIS Prawiratama Abimata disingkat "PRAMA", nama-nama tersebut memiliki makna sendiri seperti : pemimpin yang sehati yang memiliki tugas mulia dan suci. Selanjutnya kabinet OSIS dan MPK akan mengalami prosesi pelantikan yang tidak kalah menarik dan membanggakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar