Jumat, 05 Desember 2014

MENGAJAR SISWA SMP-SMA KORSEL



Benchmarking Labschool pada tahun 2014 dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah dilakukan ke dua negara yang memiliki tingkat pendidikan tertinggi di kawasan Asia, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Kedua negara ini dipilih dengan pertimbangan pendidikan yang diselenggarakan di dua negara tersebut mencapai kemajuan yang sangat tinggi, berdasarkan data PISA, Korsel merupakan negara yang menduduki peringkat kedua setelah Finlandia.  Sedangkan Jepang dianggap sebagai negara yang memiliki perhatian tinggi dalam bidang pendidikan, khususnya pasca kekalahan Jepang pada perang dunia kedua yang telah meluluhlantakkan dua negara yaitu Hiroshima dan Nagasaki.

Kunjungan yang dilakukan pada akhir November 2014 diawali di Korea Selatan dengan mengambil di dua sekolah sesuai dengan rekomendasi Komite Nasional Korsel untuk Unesco yaitu Sekolah Sookmyong Girls High School  dan Bangbae Yunior High School. Disamping dua sekolah tersebut, tim Labschool juga berkunjung ke KICE, yaitu Korea Intstitute for Curriculum and Education atau Pusat Kurikulum (Puskur-nya Korea).
Gambar: Bersama salah satu siswi
Kunjungan ke Sookmyong Girls High School  merupakan sekolah setingkat SMA yang khusus menerima siswa wanita. Sekolah ini merupakan sekolah dengan usia yang cukup tua, berdiri pada tahun 1900 an pada saat Korea masih dijajah Jepang. Sekolah menempati lahan yang strategis dan luas dilengkapi dengan fasilitas sekolah yang sangat memadai. Sekolah yang memiliki sejarah panjang direkam dalam satu ruang dalam bentuk museum sekolah yang sangat jarang dimiliki oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Koleksi buku perpustakaan yang sangat banyak serta ruang laboratorium yang representatif. Hall in door serta ruang teater yang nyaman dengan pengaturan suhu yang baik untuk menyesuaikan dengan kondisi di Korsel yang mengenal empat musim.
Gambar: Berfose di halaman sekolah dengan latar belakang pepohonan yang indah
Jumlah siswa dalam setiap kelas terbilang besar, ada 38 an siswa dalam setiap kelas yang diajar oleh seorang guru sesuai dengan subjeknya masing-masing. Sekolah ini tergabung dalam ASP Net, yaitu sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan kegiatan UNESCO dan termasuk sekolah unggulan di Korea. Kurikulum yang yang diterapkan di sekolah ini adalah kurikulum nasional dengan pengembangan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan lembaga, karena sekolah ini adalah sekolah swasta. Jumlah siswa di sekolah ini sekitar 2000 an siswa dengan jumlah guru/karyawan sekitar 200an orang.  Walaupun sekolah ini hanya menerima siswa khsusus perempuan namun guru-guru tidak seluruhnya perempuan, bahkan wakil kepala sekolahnya adalah laki-laki.
Sarana yang terdapat di setiap kelas adalah loker siswa, bendera korea, TV flat di pojok kiri kelas, papan green board dengan spidol khusus seperti kapur yang berwarna putih, meja dan kursi personal, dan mimbar untuk guru. Tidak terdapat meja kursi untuk guru di kelas Korea ini sehingga saat mengajar guru berdiri di depan mimbar dengan memanfaatkan laptop yang terhubung dengan TV flat.

Siswa di sekolah ini banyak yang melanjutkan ke tiga perguruan tinggi favorit di Korsel, yaitu Seoul National University, Yonsei University dan Kaist University. Alumni-alumni sekolah ini sangat peduli dengan sekolahnya, dan beberapa alumni menyumbangkan beberapa bantuan seperti cermin besar yang disediakan di luar setiap gedung.

Sekolah kedua yang dikunjungi oleh Labschool adalah Bangbae Junior High School, sekolah setingkat SMP yang berada di Korea ini merupakan sekolah negeri atau public school. Sekolah ini cukup memiliki reputasi yang baik sebelum tahun 2012, banyak prestasi yang diperoleh baik tingkat lokal maupun nasional. Namun seiring kebijakan pemerintah setempat dengan sistem rayonisasi, sekolah ini mengalami penurunan kualitas karena in put siswa hanya berasal dari siswa yang bertempat tinggal di sekitar rayon sekolah. Berdasarkan plakat kenang-kenangan kunjungan sekolah lain, sekolah ini sering pula dikunjungi sekolah-sekolah RSBI dari Indonesia pada masa lalu.
Gambar: Saat memberikan materi tentang Indonesia
Gambar: Mengenalkan presiden dan wapres baru Indonesia kepada siswa Korea

Satu hal yang sangat menyenangkan bagi penulis adalah, berkesempatan mengajar anak-anak Korea Selatan di dua sekolah tersebut tentang Indonesia. Penulis menjelaskan menganai negara Indonesia selama dua puluh menit yang mendapat apresiasi dan kesan baik dari siswa. Mereka lebih mengenal Indonesia setalah diberikan paparan dalam bentuk presentasi power point yang memuat lokasi, identitas, serta keanekaragaman budaya dan suku bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar