Keseharian kita sesungguhnya banyak dilingkupi dengan berbagai kenikmatan. Bukan hanya satu, dua, atau sepuluh bahkan seribu sampai sejuta pun sepertinya kita tak sanggup untuk memghitungnya.
Kenikmatan itu akan terasa sebagai nikmat apabila nikmat tersebut telah diambil atau telah hilang dari diri kita karena telah kembali kepada pemilik yang hakiki. Oleh karena nya sudah sepatutnya kita mensyukuri nikmat yang ada dengan menjaga dan memanfaatkannya dengan sebaik baiknya dan penuh tanggungjawab.
Kita mungkin tidak merasakan bahwa dapat berjalan adalah sebuah nikmat, karena setiap hari nyatanya kita dapat berjalan dengan mudah. Namun pada saat sakit, ternyata berjalan itu sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa. Kita bisa mengingat dengan saudara atau kerabat atau teman yang sedang diuji dengan sakit, hanya tertidur lemas, untuk duduk pun susah, berdiri juga tidak bis apalagi berjalan.
Karena itu Allah swt senantiasa mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, sebab dengan bersyukur maka nikmat tersebut akan ditambah. Sebaliknya jika kita kafir nikmat maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih.(Qs 14:7)
Nikmat yang sering dilupakan adalah nikmat sehat, nikmat kesempatan atau waktu luang (HR Bukhori). Sore kemarin berkunjung ke Rumah Sakit untuk keperluan kontrol ke dokter, nah di situlah kita benar-benar merasakan kita diberikan banyak nikmat kesehatan. Ada yang didorong pakai bed, ada yang pakai kursi roda, ada yang pakai tongkat, ada yang di ICU, dan lain lain.
Nikmat yang mahal itu salah satunya adalah nikmat sehat. Jaga, manfaatkan dan jadikan sebagai modal untuk berusaha dan beribadah kepada Allah swt. Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan olahraga dan istirahat yang cukup serta makanan yang sehat dan bergizi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar